Bentuklah Pribadimu

- Tahukah kamu apa yang bisa menjadikan hidupmu sukses?
- Tahukah kamu dasar setiap perbuatanmu?
- Sudahkah anda yakin pada seriap hal yang kamu lakukan?
- Maukah kamu menemukan tujuan hidup mu?
- Maukah kamu selalu berhasil ?
- Siapkah kamu menjadi orang dewasa ?
- Maukah kamu menjadi orang yang mndiri ?
- Taukah kamu bagaimana agar memiliki sikap dan kepribadian yang baik ?
Berbagai pertanyaan kita ajukan ajukan kepada diri sendiri untuk mengetahui jawabannya. Nilai akhlak akan maembantu kamu untuk menemukan jari diri sendiri sebagai pribadi yang lebih terarah, bertujuan, mandiri, dan bertanggung jawab .
Bila kamu belum siap untuk hidup, bacalah artikel ini . Kamu akan terpukau betapa keberhasilan ini tersebar di setiap jalan yan ingin kamu lalui . Semuanya dengan satu rahasia : Nilai Akhlak
Saya yakin kalian semua sudah memasuki masa remaja alias masa akil baligh,maka kamu sudah harus bertanggung jawab atas semua yang kamu lakukan . Kamu tidak bisa lagi bertindak sembarangan alias bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu ,bisa-bisa membahayakan diri sendiri .
Setiap tindakan yang kamu lakukan akan membentuk diri mu. Karena itu , kamu harus serius memikirkan semuanya . Remaja, biasanya penuh semangat dan selalu ceria. Nah, semangat ini bila tidak diarahkan dan dikelola bisa membahayakan pembentukan diri dan membuat potensi mu kurang berkembang dengan baik .Yang terbaik adalah,kamu harus menemukan cara yang paling tepat untuk membentuk kepribadian yag paling eefektif untuk dirimu. Jangan sampai kamu salah langkah ,atau salah membentuk diri akhirnya itu akan berakibat kurang baik.
Menjadi Dewasa Itu Apa Sih?
Pasti kamu penasaran dengan jawabannya. Apa sih yang membedakan orang dewasa dan orang yang belum dewasa? Mengapa ada orang dewasa yang tidak dewasa sikapnya ? Apakah menjadi dewasa itu sulit ?Pasti banyak petanyaan yang muncul dalam otak mu mengenai masa dewasa yang sebentar lagi akan kamu jalani. Padahal menjalani masa remaja saja , kamu sudah pusing.

Gimana ya, caranya supaya bisa menjadi remaja yang ayik? Gimana caranya agar kamu memiliki sikap yang dewasa , agar hidup mu menjadi lebih baik dan menyenangkan ?Gimana pula caranya ,agar kamu nggak tumbuh menjadi orang dewasa yang membosankan ? Semua pertanyaan itu harus dijawab oleh dirimu sendiri.
Sebenarnya seperti apa sih,seharusnya kita berprilaku dan bersikap? Dalam islam ,prilaku di bahas dalam bahasa sendiri,yaitu dalam ilmu akhlak atau secara ilmu psikologi. Karena itu saya ,yang memiliki latar belakang ilmu psikologi islami, berusaha membahas kepribadian untuk remaja agar mereka tumbuh menjadi remaja yang punya kepribadian kinclong dan disukai oleh banyak orang.
Kepribadian dan sikapmu
Hidup menuntut kita untuk selalu berhati-hati ,namun pada saat yang sama, kita harus bisa bereaksi dan bertindak cepat.Memang hidup bukan rangkaian tragedi yang dipenuhi peristiwa ekstream. Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di depan kita, besok atau mungkin beberapa detik dari sekarang. Setiap kita memang hidup dalam lingkuangan yang berbeda. Kita pun harus menghadapi kondisi masyarakat dengan tempramen yang berbeda-beda setiap harinya. Bagaimana seharusnya menghadapi orang lain ? Untuk menghetahui jawabannya , kita harus banyak belajar bersikap .Secara umum, sikap dan tindak tandukmu sehari-hari akan membentuk kepribadian mu . Bahkan , keberhasilan yang ingin kamu capai pun dipengaruhi oleh hal tersebut.
Belajar Bersikap
1. Jujur .  itu Satu-satunya kunci baersikap
2.Tidak Berprasangka …
3. Kata Hati Berbicara.. kata hatimu sesuai dengan apa yang kamu dengar. Itu membutuhkan kejujuran . Jangan takut. Kataa hatimu selalu benar.
4. Berprasangka baik . Itu akan membuat kamu merasa nyaman melakukan hal yang kamu yakini kebenarannya kapan pun dimana pun, bersama siapa pun.
5. Bila kamu yakin sesuatu itu tiak benar, jangan lakukan.Bila tetap dilakukan , berarti kamu tidak jujur pada dirimu sendiri.
6. Belajarlah tentang banyak hal. Kmau akan bisa membedakan yang salah dan yang benar. Pengetahuan akan membawa kamu pada kejujuran bersikap karena keyakinan diri itu sudah timbuh .
7. Keyakinan diri ditumbuhkan dengan pemahaman akan tujuan,cara ,niat, dan rasa percaya diri kamu, apap pun yang dikatakan orang tentangmu, kamu akan selalu kuat dan bisa menghadapinya dengan baik
8.Pecaya diri, yakin, waspada, sadar diri, dan penerimaan diri adalah beberapa hal yang merupakan buah dari keimanan. Buah keimanan ini harus selalu diisi, seperti baterai hidup yang terus menerus di charge. Di charge dengan sholat, dan ibadah wajib lainnya yang di perintahkan oleh Allah SWT. Lakukan itu semua dengan baik, maka kamu akan merasa sangat percaya diri.
9. Agar lebih pecaya diri dan keyakinan dirimu benar-benar tumbuh, pelajarillah Al-Qur’an dan hadist dan praktikkan dalam keseharian. Tanpa terasa , kamu akan menjadi orang yang sikap dan prilakunya bercahaya dan menerangi lingkunga. Mengapa bisa begitu? Karena,kamu benar. Karena kamu bersama sang Pemilik kebenaran . Allah SWT ..! Nah inilah kepercayaan diri yang asli.
Sikap adalah sesuatu yang muncul secara alami. Sikap adalah reaksi dan prilaku orang lain atau dari peristiwa yang kamu hadapi . Sikap terbentuk secara otomatis . Sikap kamu,mencerminkan sikap hati dan perasaan yang kamu rasakan . Sikap terbentuk melalui berbagai proses. Banyak komponen dalam pembentukan sikap, diantaranya, pengaruh orang lain dan pengaruh limgkungan. Selain itu , sikap juga di pengaruhi oleh evaluasi kamu terhadap suatu peristiwa dan pendapatmu mengenai peristiwa tersebut. Dengan memiliki sikap, kamu menjadi individu yang aktif.
Sikap adalah bahasan dalam psikologi sosial. Menurut ilmu ini, sikap kamu pasti di pengaruhi oleh unsur lingkungan di sekeliling mu. Atau, ada yang dominan di pengaruhi oleh orang tua atau orang lain yang dianggap signifikan sifatnya . Adajuga sistem nilai yang kamu percayai, yang pastinya akan berpengaruh pada tindak tanduk dan prilakumu. Sikap kamu itu terbentuk melalui interaksi sosial , perbuatan juga akan memberi pengaruh dalamkonteks sosial. Mas yarakat juga dapat memberi pengaruh pada prilakumu. Contohnya, media massa dapat mempengaruhi pemikiran dan prilaku orang secara sosial dalam skala massif.
Karena itu, kita harus memilih prilaku kita . Tak hanya untuk diri kita sendiri , tapi juga lebih sering demi kebaikan bersama. Perilaku sehari-hari akan membentuk sikap dan memperkokoh sifat mu . Bila kamu berusaha memperbaiki prilaku , hasilnya akan tampak dengan latihan dan pembelajaran .
Melatih Prilaku Sosial  
Perilaku berasal dari budaya. Budaya menghasilkan kebiasaan bertindak-tanduk. Bagaimana kita harus berprilaku ? Caranya, dengan menghetahui penghetahuan umum dan aturan tata krama . Bagaimana kita harus menyesuaikan diri ? Yaiutu dengan mencoba mengerti dan memahami situasi sosial dimana kita berada. Dari pengertian dan pemahaman sosial, kita akan memiliki kepekaan atau sensifitas dalam berprilaku .
Perilaku kita harus disesuaikan dengan situasi sosial. Semakin rumit tingkat sosial yang harus dihadapi, semakin tinggi atauran berprilaku. Pebedaan budaya juga menumbuhkan perbedaan dalam aturan berprilaku. Untuk bisa berprilaku dengan tepat, kamu harus belajar beberapa aturan utama dalam berprilaku , terutama di lingkungan sosial budaya yang mementingkan tata prilaku dan aturan .
Belajar  Berprilaku
Dalam berprilaku , kita harus memiliki tolok ukur atau teladan. Dalam  bahasa Ingris , hal ini biasa dikatakan sebagai benchmarking atau membuat tolok ukur. Benchmarking adalah strategi baru dalam psikologi dan management di mana seorang memilki seorang tokoh yang menjadi tolok ukur keberhasilannya. Saat telah mencapai prestasi yang sama seperti teladannya, ia pun menaikan tolok ukurnya lebih tinggi lagi,agar prestasinya selalu meningkat.
Sebagai Muslim, benchmark kita sudah jelas ,yaitu Nabi Muhammad serta para sahabatnya , yang laki dan yang perempuan. Dengan adanya tolok ukur yang jelas, Muslimin memiliki keseragaman dalam menilai perilaku satu sama lain. Di mana pun seorang Muslin berada , patokan yang sama tersebut dapat memperkecil kesalahpahaman dalam bertindak dan berprilaku. Ini adalah sebuah berkah yang sangat bagus. Selain memperoleh pedoman berprilaku yang bagus, dengan mempelajari kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabat, kita juga bisa memperoleh berbagai teladan dalam hal prestasi keilmuan telah jarang ditemui pada zaman ini.
Benchmark adalah tolok ukur, Kita bisa menempatkan tolok ukur untuk target yang ingin kita capai. menggunakan tolok ukur akan mempermudah kita dalam mempelajari suatu sifat baik yang diinginkan,dan akan mempermudah kita dalam mendalami dan menjadikannya sebagai bagian dari sifat dan karakter kita.
Rumusan benchmarking tidak sembarangan , tapi memadukan berbagai unsur yang ada di dalam diri untuk membantu mengenbangkan diri dan kepribadian secara komprehensif dengan mengaktifkan berbagai potensi yang kita miliki secara menyeluruh .
Rumusan tersebut disingkat menjadi MATAHARI
Model acuan
Analisa kekuatan
Tangani kelemahan
Aktual dan realitas
Hati tenang
Akal matang
Rasio seimbang
Intelektual berkembang
Rumusan ini akan kita gunakan untuk membentuk kepribadian agar menjadi lebih baik dan mampu memunculkan teladan yang terbaik berprilaku. Inspirasi rumusan MATAHARI ini datang dari kepribadian Nabi Muhammad yang sering di puji sebagai kepribadian Qurani dan menerangi serta menjadi conto bagi para sahabatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

""